Pena Publik News.net
Puisi
karya : Sri Mulyono
"Kebenaran tak memilih wajah, tak mengenal nama. Ia menyapa siapa saja yang menyampaikannya dengan tulus."
Kami hadir sejak fajar menyapa Sungai Rokan,
menyusuri jalan berdebu, menjangkau setiap pelosok.
Insan pers lokal, yang tak pernah meninggalkan tanah ini,
menyuarakan apa yang rakyat rasakan dan ketahui.
Namun tiba di pintu-pintu pemerintahan,
langkah kami seolah tak diharapkan datang.
Ada yang disambut dengan senyum terukir,
dipersilakan masuk, didengar setiap kata.
Kami media online yang setia berdiri
tetap di luar, seolah bayang yang tak terlihat.
"Anggaran rakyat adalah amanah, bukan pemberian untuk yang terdekat. Ia milik semua, tanpa terkecuali."
Bukan tulisan kami yang kurang jujur,
bukan kabar kami yang kurang bermanfaat.
Hanya kami bukan lingkaran yang diinginkan,
bukan nama yang masuk daftar pilihan.
Padahal sama-sama menyalakan pelita,
menyinari sudut yang lain mungkin lupa.
Saat dana publikasi disiapkan di meja,
hanya mereka yang dipanggil, diajak bicara.
Kami yang setiap hari berdiri di garis depan
dibiarkan lewat begitu saja, tak disapa, tak dipedulikan.
Apakah nilai berita diukur dari kedekatan,
bukan dari kejujuran yang ditulis sepenuh hati?
"Satu lilin menyala sama terangnya, tak peduli siapa yang memegangnya."
Kami tetap menulis, tetap berdiri,
meski tak dipandang, kami tak akan pergi.
Karena tugas kami bukan untuk disukai
tetapi untuk menyampaikan yang benar,
kepada rakyat, kepada Rokan Hilir tercinta ini.
"Waktu akan menjadi saksi, bahwa keadilan tak pernah terlambat. Ia datang ketika semua mata akhirnya terbuka."
Untuk kami yang kini tak diakui
ketahuilah perjuangan ini tak sia-sia.
Suatu hari nanti, cahaya akan menyapa sama rata,
dan Rokan Hilir akan tahu siapa yang setia menjaganya.


