ROKAN HILIR, Pena Publik News.net — Kondisi kabut asap yang melanda Kecamatan Rimba Melintang kini dinilai telah memasuki fase mengkhawatirkan. Polusi udara tersebut diduga kuat berimbas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Jambi.
Kondisi ini mulai terasa sejak Minggu (3/10/2026) dan semakin memburuk hingga Rabu (7/10/2026). Kabut asap kian menebal seiring berjalannya waktu, hingga jarak pandang di wilayah tersebut kini tersisa hanya sekitar 500 meter.
Tak hanya mengganggu pandangan, kabut asap ini dikhawatirkan memicu timbulnya berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit saluran pernapasan akut (ISPA). Sejumlah warga pun mulai mengeluhkan kesulitan bernapas akibat kualitas udara yang terus memburuk.
Merespons hal tersebut, awak media mencoba mengonfirmasi kondisi ini kepada Penjabat Kepala Desa Jumrah, Kepenghuluan Jumrah, Susanti.S.IP
Susanti menyampaikan kekhawatirannya atas dampak yang ditimbulkan kabut asap tersebut bagi warga, khususnya potensi melonjaknya kasus gangguan pernapasan.
"Saya sangat mengkhawatirkan kondisi warga. Kabut asap ini berisiko menimbulkan penyakit ISPA, dan hal ini tentu sangat mengganggu kesehatan masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan akan segera mengoordinasikan persoalan ini kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir guna mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.
"Sebagai pemimpin sementara, saya berkewajiban memberikan yang terbaik bagi warga Jumrah. Masalah ini serius dan harus segera dicarikan solusinya demi kesehatan kita semua," tegasnya.(Khairul)
Editor : Redaksi


