‎Dugaan Penyimpangan Aliran Dana Menguat, SD Negeri 014 Pasir Limau Kapas Jadi Sorotan

‎ROKAN HILIR, PenaPublikNews.net – Isu dugaan penyimpangan penggunaan dana operasional serta pengelolaan anggaran di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 014  yang  berlokasi di jalan. Sei Sanggul Kepenghuluan Pasir Limau Kapas belakangan ini semakin menguat dan menjadi sorotan publik. Berbagai pertanyaan dan laporan bermunculan terkait realisasi keuangan serta kondisi fisik bangunan sekolah yang dinilai masih memprihatinkan, hingga menimbulkan persepsi negatif di kalangan masyarakat.

‎Salah satu narasumber  yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa Menurutnya, selama masa kepemimpinan Gestu Efendi, hampir tidak ada perbaikan berarti yang dilakukan. Kondisi bangunan dan fasilitas justru dinilai semakin rusak dari tahun ke tahun, seolah-olah sekolah tersebut tak pernah tersentuh anggaran bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat.

‎“Selama masa kepemimpinannya, kami lihat nyatanya tidak ada perbaikan yang berarti. Semakin tahun kondisi semakin parah dan rusak, seolah-olah sekolah ini tidak pernah dapat aliran dana dari pemerintah sama sekali,” ungkap narasumber tersebut.

‎Lebih jauh ia membeberkan temuan yang didapatkan pihaknya. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapatkan bocoran data dokumen Rincian Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) per triwulan untuk tahun anggaran 2025.

‎Dari dokumen tersebut, ditemukan kejanggalan yang cukup mencolok. “Di dalam dokumen itu tertulis jelas ada dugaan mark-up atau pembengkakan anggaran dana yang jumlahnya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan menurut pandangan masyarakat,” tegasnya.

‎ia juga menambahkan kami berharap agar pihak yang berwenang untuk segera lakukan penelusuran lebih lanjut, jika benar ada penyimpangan anggaran, maka hukum harus ditegakkan. Tutupnya.


‎Menanggapi isu yang berkembang tersebut, mantan Kepala Sekolah SDN 014 Pasir Limau Kapas, Gestu Efendi, memberikan penjelasan lengkap dan rinci saat dikonfirmasi awak media melalui pesan aplikasi WhatsApp. Ia menyampaikan permohonan maaf jika terdapat hal yang belum memenuhi harapan, namun menegaskan bahwa dirinya telah berusaha bekerja semaksimal mungkin demi kemajuan sekolah dan kenyamanan peserta didik.

‎“Mohon maaf Pak kepada semua pihak, kami telah berusaha semaksimal mungkin. Alhamdulillah, Insya Allah tahun ini sekolah kami akan mendapat anggaran revitalisasi gedung serta pembangunan bangunan baru lainnya, seperti kantor, Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang komputer, dan ruang perpustakaan. Rencananya, akhir bulan Mei ini atau awal Juni nanti anggaran itu akan terealisasi,” ungkap Gestu dalam keterangannya.

‎Selain bantuan revitalisasi, ia juga menyebutkan adanya dukungan perbaikan lain. “Kami juga pada tahun ini akan mendapat bantuan rehabilitasi gedung untuk 3 ruang kelas melalui anggaran APBD Kabupaten Rokan Hilir. Kebetulan masa tugas saya sebagai kepala sekolah akan berakhir di akhir bulan ini dan memasuki masa purna tugas, mungkin ini merupakan buah akhir dari segala usaha dan pengabdian saya untuk sekolah tersebut,” tambahnya.

‎Terkait pergantian pimpinan di sekolah, Gestu menjelaskan bahwa Ibu Jamaliah baru saja dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah pada bulan ini. Keputusan pengunduran dirinya diambil satu bulan sebelum memasuki masa pensiun agar seluruh urusan administrasi dan pelaporan sekolah dapat berjalan lebih lancar dan tertib saat masa peralihan.


‎“Mengenai dugaan penyimpangan penggunaan dana sekolah yang disampaikan kepada bapak, saya rasa itu terlalu jauh dari kenyataan. Sebab, dana yang ada saya alokasikan sepenuhnya untuk sarana prasarana dan barang habis pakai sekolah, seperti pengadaan buku-buku pelajaran, pembelian laptop, serta perlengkapan alat tulis kantor (ATK) sekolah,” tegasnya.

‎“Khusus untuk pos pemeliharaan, saya fokuskan sepenuhnya pada rehabilitasi meja dan bangku belajar siswa, serta penanganan saluran air dan pemberian racun di halaman sekolah yang setiap saat selalu tergenang air atau banjir ketika air pasang naik,” jelas Gestu menjabarkan rincian penggunaan anggaran.

‎Gestu juga mengungkapkan kondisi riil gedung sekolah yang menjadi tantangan terbesar selama ia memimpin. Ia menceritakan bahwa dari total 9 ruang kelas yang ada di kompleks sekolah tersebut, saat ini hanya tersisa 3 ruang kelas yang layak pakai untuk kegiatan belajar mengajar. Enam ruang kelas lainnya kondisinya sudah sangat memprihatinkan, tidak layak digunakan, bahkan dikhawatirkan ambruk sewaktu-waktu.

‎“Bapak ketahui juga, dari 9 lokal yang ada, hanya 3 ruang kelas yang saya berani pakai untuk kegiatan belajar mengajar. Enam lokal lainnya kondisinya sudah tidak layak karena mau roboh. Saya sangat takut dan khawatir jika memaksakan dipakai, dikhawatirkan bangunan sekolah tersebut runtuh saat proses belajar mengajar berlangsung,” ujarnya dengan nada penuh kekhawatiran.

‎Ia pun meluruskan sejarah kondisi sekolah tersebut. Menurutnya, sejak ia mulai bertugas di lokasi itu pada tahun 2019, sekolah tersebut baru saja berubah status menjadi sekolah negeri, dan pada saat itu kondisinya memang sudah berada dalam keadaan yang kurang baik dan memerlukan banyak pembenahan.

‎“Sejak saya masuk bertugas di sini tahun 2019, sekolah ini baru saja dinegerikan, dan kondisinya memang sudah sedemikian rupa. Segala upaya perbaikan dan pengalokasian dana sudah kami kerahkan sebisa mungkin sesuai aturan yang berlaku demi kebaikan sekolah ini,” pungkas Gestu.

‎Terkait adanya laporan dan anggapan negatif dari masyarakat, Gestu menambahkan pandangannya. Menurutnya, laporan-laporan lain yang muncul belakangan ini didasari oleh anggapan keliru pihak tertentu yang mengira dirinya mendapatkan keuntungan pribadi dari proyek revitalisasi gedung tersebut. Hal itu muncul karena ada yang beranggapan pembangunan dilakukan secara sistem swakelola.

‎“Disamping itu juga, kalau ada laporan lainnya, itu karena ada pihak yang menganggap saya mendapat keuntungan dari adanya anggaran revitalisasi ini. Mereka beranggapan pekerjaan ini menggunakan sistem swakelola, padahal sama sekali tidak. Apalagi saat ini saya sudah memasuki masa pensiun. Tujuan saya mengusahakan semua ini tidak lain adalah agar bangunan sekolah tersebut cepat terealisasi dan bermanfaat bagi anak didik, tanpa ada maksud lain,” jelasnya menanggapi keraguan publik.

‎Hingga berita ini diterbitkan, publik masih menantikan realisasi pembangunan dan rehabilitasi yang dijanjikan, serta kejelasan lebih lanjut terkait dugaan ketidaksesuaian data dan pengelolaan dana sekolah agar tidak lagi menimbulkan persepsi negatif dan keraguan di masyarakat.

‎Redaksi Pena Publik News.net memberikan ruang hak jawab maupun klarifikasi kepada pihak yang telah Terkait dalam pemberitaan ini guna keberimbangan informasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan etiket jurnalistik dan undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999. (Redaksi)

‎ 

 

Lebih baru Lebih lama
Pena Publik News

نموذج الاتصال