Bagaimana tidak, proyek bernilai Rp.130 juta yang baru saja selesai dikerjakan pada tahun 2025 lalu , kondisinya saat ini sudah hancur. Sebagian besar dinding beton terlihat runtuh dan roboh, padahal usia bangunan masih sangat baru.
Kami tidak tahu menahu soal papan proyeknya. Tapi yang jelas, anggarannya mencapai sekitar Rp 130 Juta dengan panjang drainase lebih kurang 130 meter," ungkap salah satu warga setempat dengan nada kecewa.
Kondisi memalukan ini juga mendapat perhatian serius dari Ebet, selaku Camat LIRA Rimba Melintang, yang melakukan peninjauan langsung di lokasi pada tanggal 4 April 2026.
Ebet dengan tegas menyatakan kegeramannya melihat kualitas bangunan yang sangat buruk tersebut. Ia menduga kuat pekerjaan ini dilakukan tidak sesuai spesifikasi teknis atau asal-asalan.
"Sangat disayangkan dan memalukan! Padahal pekerjaan ini dilakukan di bawah pengawasan langsung dari pihak TNI. Seharusnya dengan pengawasan ketat seperti itu, hasilnya harus berkualitas dan kokoh. Tapi nyatanya? Cuma beberapa bulan sudah ambruk parah! Ini bukti nyata kalau pengerjaannya tidak serius," serang Ebet dengan nada tinggi.
Lebih jauh Ebet menegaskan, beton yang seharusnya kuat dan tahan puluhan tahun ini justru terlihat seperti mainan. Hal ini jelas merugikan negara dan juga petani yang sangat membutuhkan fasilitas irigasi yang layak.
Jangan main-main dengan dana rakyat! Kalau kualitasnya begini, siapa yang mau tanggung jawab? Kami minta pihak terkait, Dinas terkait, dan pelaksana proyek segera bertindak. Evaluasi total dan berikan sanksi tegas! Jangan biarkan uang negara habis tapi hasilnya nol besar," tegasnya. (Redaksi)
ROKAN HILIR, Penapubliknews.net – Senin, 13 April 2026. Fenomena memprihatinkan kembali terjadi. Pembangunan drainase beton atau oplah yang berlokasi di Kepenghuluan Pematang Sikek, Kecamatan Rimba Melintang, tepatnya di Jalan Datuk Losai, kini menjadi sorotan tajam publik.

